Investasi,  Keuangan

Nabung dulu atau Investasi dulu?

Keuangan yang matang perlu perencanaan sejak dini, perencanaan yang dapat Anda lakukan salah satunya dengan memulai berinvestasi. Apa sih Investasi? Kenapa perlu investasi? dan apa bedanya investasi dengan menabung?

Menabung adalah proses menyimpan uang untuk kebutuhan/tujuan jangka pendek yang bisa dicairkan atau diambil kapan pun. Sedangkan investasi adalah proses mengembangkan uang yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan yang lebih. Karena memiliki keuntungan yang lebih, tentunya Anda akan dihadapkan juga dengan kemungkinan risiko yang sama besarnya dengan keuntungan tersebut.

Untuk itu menabung tidak sama dengan investasi, berikut perbandingan antara menabung dan investasi:

MenabungInvestasi
1. Menyisihkan atau menyimpan uang untuk kebutuhan atau tujuan jangka pendek atau untuk keperluan darurat.
2. Dapat diambil kapan saja.
3. Keuntungan yang didapat relatif rendah.
4. Risiko kerugian rendah.
5. Jenis tabungan: tabungan di Bank
1. Mengembangkan uang yang dimiliki untuk tujuan mendapatkan keuntungan yang lebih. 
2. Ada jangka waktu tertentu untuk dapat mencairkan dana.
3. Keuntungan yang didapat lebih tinggi dari pada menabung.
4. Risiko kerugian tinggi.
5. Jenis investasi: emas, surat berharga, deposito, reksa dana, saham, dan obligasi.

Nah sekarang Anda sudah mengenal dan paham apa perbedaan Menabung vs Investasi. Dalam perencanaan keuangan, ada baiknya Anda memenuhi atau setidaknya sedang mengumpulkan Dana Darurat terlebih dahulu. Hal ini diperlukan agar alokasi investasi nantinya tidak terganggu dan lebih memaksimalkan keuntungan kedepannya. 

Bagaimana mengetahui kalo dana darurat Anda telah terpenuhi? Jika dana yang sudah Anda kumpulkan melebihi 3x pengeluaran rutin Anda, berarti dana darurat Anda sudah cukup. Idealnya rasio untuk dana darurat ini berada di kisaran 3-12x dari jumlah pengeluaran rutin per bulan. Kemudian baru Anda dapat memulai berinvestasi. 

Selanjutnya, Apa yang harus Anda lakukan untuk memulai investasi? Sebagai investor pemula, Anda bisa melakukan empat hal ini:

1. Menyusun tujuan dan membaginya kedalam beberapa jangka waktu. 

Dengan mengetahui kapan Anda ingin mencapai tujuan, Anda akan tahu berapa dana yang harus dikeluarkan dan jenis produk investasi yang harus Anda pilih. 

2. Alokasikan besaran dana yang ingin diinvestasikan. 

Persentase besaran dana yang dapat dikeluarkan untuk investasi berkisar antara 20% – 40% dari pendapatan yang didapat per bulannya. Anda harus memastikan bahwa kebutuhan primer sudah tercukupi sebelum melakukan investasi. Maka dari itu dana yang dialokasikan untuk investasi merupakan alokasi yang terpisah (khusus)

3. Pilih produk investasi sesuai tujuan keuangan. 

Pilih produk investasi dengan profil risiko yang sesuai dengan karakter dan kesanggupan dana yang Anda miliki. Cara mengetahui investasi yang cocok dan sesuai dengan profil risiko:

  • Jika Anda sudah lama berinvestasi, sudah banyak produk investasi yang Anda pahami dan cenderung berani mengambil risiko yang tinggi, berarti Anda termasuk kategori agresif. Dimana kategori ini selain berani menerima risiko tinggi, juga bisa mendapatkan imbal hasil yang tinggi. Produk investasi yang cocok untuk Agresif adalah Saham atau pun Reksa Dana Saham.
  • Namun jika Anda belum memiliki pemahaman yang cukup, modal yang relatif kecil dan pemahaman akan produk investasi juga masih rendah, maka Anda memiliki profil risiko yang rendah/ konservatif. Dimana konservatif ini cocok berinvestasi pada Reksa Dana Pendapatan Tetap atau bahkan Reksa Dana Uang.

4. Terakhir, ini yang paling penting. Pastikan bahwa Anda terus belajar dan mau menambah besaran persentase investasi per bulan agar mendapatkan profit yang maksimal.

Referensi:

https://www.kejarmimpi.id/ini-panduan-memulai-investasi-di-usia-muda.html

https://www.akseleran.co.id/blog/cara-memulai-investasi/

https://syailendracapital.com/faq/bagaimana-cara-memulai-investasi-reksa-dana-dari-nol

https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/perencanaan/cara-berinvestasi-yang-baik-dan-benar-agar-tidak-rugi

https://www.cnbcindonesia.com/investment/20210114112252-21-215865/masih-pemula-begini-cara-memulai-investasi-di-saham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *