tips merencanakan keuangan keluarga
LifePlan

6 Tips Merencanakan Keuangan Keluarga

6 tips merencanakan keuangan keluarga – Jacqueline Newman seorang financial expert dalam risetnya memaparkan hampir 35% pertengkaran antara suami istri dipicu oleh masalah uang. Disadur dari sumber lain, Family & Consumer Issues Forum juga memaparkan hampir 39% pasangan bertengkar karena masalah keuangan.

Serem ya! Fina bukanya mau nakutin, tapi faktanya masalah keuangan ini emang bisa jadi salah satu penyebab “panasnya” kondisi rumah tangga seseorang.

Nah that’s why yang mau Fina bahas dalam tulisan kali ini lebih pada tips merencanakan keuangan keluarga, khususnya bagi para newlywed couple. Tujuannya simpel, supaya masalah keuangan ini jangan sampe deh jadi masalah dikemudian hari.

1. Terbuka Pada Pasangan

Tips merencanakan keuangan keluarga Fina mulai dari “keterbukaan”, iya “buka-bukaan sama pasangan kalian”. Menikah itu gak sekedar menyatukan dua insan dalam satu ikatan pernikahan. Tapi lebih dari itu yang perlu dipikirkan adalah bagaimana kehidupan setelahnya. Kalian akan menjalankan kehidupan bareng pasangan, gak sendiri lagi! jadi apapun yang kita lakukan pastinya akan beririsan juga sama pasangan, termasuk perkara keuangan ini.

itu sebabnya menurut fina perlu adanya komunikasi dan keterbukaan sama pasangan. Gak cuma masalah keuangan aja, tapi dalam hal apapun! karena dua hal tersebut merupakan fondasi utama keutuhan rumah tangga“.

Bahkan nih ya obrolan keuangan bareng pasangan ini justru perlu dibicarakan pertamakali sebelum menikah, bukan setelahnya. Hah seriusan? serius, kasusnya ada juga yang setelah menikah tau-tau pasangannya cerita kalo kondisi keuangannya bermasalah (ada utang). Nah kalo udah gini sebagai pasangan ikut kepikiran juga dong.

Fina tekankan disini kita bukan mau ngorek-ngorek masalah keuangan pasangan ya. Tapi tujuannya disini biar sama-sama enak, pun kalo ada masalah ya dibicarakan supaya bisa dicari solusinya barengan. Jadi prinsip komunikasi dan keterbukaan ini bisa jadi entrance point yang oke saat kita akan membicarakan keuangan bareng pasangan. Coba obrolin bareng pasangan, bisa mengenai kondisi keuangan, target keuangan yang ingin dicapai supaya memahami kondisi juga keinginan masing-masing.

2. Berbagi Peran Dengan Pasangan

Setelah terbuka pada pasangan, hal selanjutnya yang perlu dilakukan dalam merencanakan keuangan keluarga adalah berbagi peran dengan pasangan.

intinya bikin kesepakatan dengan pasangan, terkait peran dan tanggung jawab masing-masing dalam perencanaan dan pengelolaan uang”.

Kesepakatan ini kaitannya ada dua aspek, pertama khususnya nih bagi pasangan yang sama-sama bekerja perlu bikin kesepakatan apakah penghasilan akan digabung, dipisah atau bagaimana? gak ada aturan baku memang, tapi idealnya untuk pasangan yang sama-sama berpenghasilan perlu membicarakan hal ini. Misalkan dari 100% total anggaran keuangan keluarga, istri berkontribusi 30% sementara 70% sisanya jadi tanggung jawab suami. Sekali lagi gak ada aturan baku, jadi coba bikin kesepakatan yang sekiranya tidak memberatkan dan nyaman dijalani bersama, itu kuncinya.

Aspek kedua berbicara mengenai siapa dan tanggung jawabnya apa! dalam hal ini baik suami dan istri perlu memiliki tanggung jawab yang jelas dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan. Umumnya istri bertanggung jawab dalam mengurus keuangan yang sifatnya kebutuhan rutin bulanan, kebutuhan anak, rekreasi keluarga, hingga pendidikan anak. Sementara suami bertanggung jawab pada kewajiban cicilan rumah, proteksi asuransi, hingga kebutuhan investasi masa depan lainnya. Hal ini juga gak ada aturan baku, jadi bicarakan aja bareng pasangan enaknya gimana.

3. Buat Anggaran Keuangan Bersama

Tips merencanakan keuangan keluarga berikutnya dari Fina adalah membuat anggaran keuangan. Bahasan satu ini agak panjang jadi yang sabar ya. Pengalaman nih, biasanya sih istri yang paling banyak berkontribusi dalam pembuatan anggaran keuangan. Padahal idealnya suami juga terlibat saat membuat anggaran, jadinya gak cuma kasih uang aja, tau beres! Karena membuat anggaran keuangan ini merupakan inti dari proses merencanakan keuangan keluarga yang perlu dilakukan.

Oke, membuat anggaran ini dimulai dari mana? untuk memudahkan Fina jelaskan dala tiga bagian bernama cashflow, budgeting, dan prioritizing. Pertama cashflow (arus kas) ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana kondisi kesehatan keuangan kita, dengan mencatat semua aktivitas keuangan selama periode tertentu. Casflow ini pada dasarnya bisa dibuat dengan merinci dua aspek penting, pendapatan dan pengeluaran.

Aspek Pendapatan :

  1. Gaji.
  2. Pendapatan pasif.
  3. Pendapatan investasi.
  4. Bonus.

Aspek Pengeluaran :

  1. Kebutuhan primer.
  2. Kebutuhan sekunder.
  3. Proteksi.
  4. Kewajiban.
  5. Cicilan.
  6. Saving & Investasi.
cashflow - tips merencanakan keuangan keluarga
Cashflow Keuangan

Nah setelah kita merinci cashflow, hal selanjutnya yang dilakukan adalah kita bikin budgeting & prioritizing, khususnya di aspek pengeluaran tadi. Bahasa sederhananya bikin pos-pos alokasi anggaran. Kenapa harus bikin budgeting & prioritizing?

Pertama, yang namanya kebutuhan itu banyak, di satu sisi jika penghasilan kita terbatas artinya anggaran juga terbatas. Makanya kita perlu buat alokasi anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan juga kemampuan kita saat ini.

Kedua, skala prioritas bisa bedakan mana kebutuhan (need) dan keinginan (wants), menentukan mana yang penting dan mana yang sekiranya bisa ditunda. Dengan membedakan dua hal tersebut kita dapat terhindar dari perilaku impulsif (spontanitas tanpa rencana) yang umumnya terjadi pada keinginan didasari dorongan emosional.

Ketiga, bisa jadi media pada saat kita akan mengevaluasi anggaran keuangan kita. Dalam hal ini evaluasi antara rencana dan realisasi aktual apakah sudah sesuai rencana atau bahkan tidak. Jika tidak sesuai itu artinya dalam pembuatan anggaran berikutnya kita perlu melakukan evaluasi dengan merubah komposisi alokasi anggaran.

Keempat, ini juga bisa jadi acuan saving ratio (rasio menabung) kalian sebelum berinvestasi. Dari cashflow yang sudah dibuat kalian bisa mengetahui sebenarnya berapa alokasi menabung dan investasi yang bisa kalian sisihkan dari penghasilan bulanan. Idealnya alokasi tabungan dan investasi ini minimal 10%-30% penghasilan.

Gimana caranya menentukan alokasi untuk setiap pos anggaran? Sekali lagi gak ada aturan baku, tapi ada beberapa formula sederhana yang biasa digunakan sebagai acuan, diantaranya skema 50/30/20 (50% alokasi kebutuhan primer, 30% alokasi kebutuhan sekunder, dan 20% alokasi investasi) atau skema 40/30/20/10 (40% alokasi kebutuhan prioritas, 30% alokasi kewajiban / cicilan, 20% alokasi investasi, 10% alokasi sosial seperti pajak, zakat, atau donasi). Disini penting peran pasangan untuk sama-sama menyepakati mana skema yang dinilai cocok untuk saat ini diterapkan, karena mungkin dalam aplikasinya bisa terjadi perubahan seiring dengan perjalanan.

sekarang, coba deh buat rencana anggaran! jangan-jangan cashflow keuangan kalian selama ini hasilnya pengeluaran lebih besar dari pendapatan alias lebih besar pasak daripada tiang! itu artinya keuangan kalian bermasalah”.

4. Buat Target Keuangan Jangka Pendek & Panjang

Proses merencanakan keuangan keluarga tidak hanya berhenti di rencana anggaran, karena kamu dan pasangan masih perlu membicarakan mengenai target keuangan jangka pendek dan panjang yang ingin dicapai. Nyambung obrolan sebelumnya, Fina jelasin kalo kebutuhan pasangan yang sudah berumah tangga itu gak sedikit. Banyak dan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya anggota keluarga. Makanya kita perlu punya target jelas yang ingin dicapai dalam waktu tertentu.

Kasusnya, banyak yang kelimpungan bingung akan kebutuhan biaya yang besar dalam satu waktu karena tidak ada perencanaan matang sama sekali untuk mempersiapkannya jauh-jauh hari, hasilnya cashflow keuangan berantakan. Padahal jika disiapkan sejak jauh-jauh hari akan semakin ringan bagi kita dalam mempersiapkan biayanya, diantaranya melalui investasi. Bicara investasi, Fina coba kasih tips prioritas target keuangan yang perlu disiapkan kalian para newlywed couple ya.

Pertama, Dana Darurat (emergency fund) merupakan dana terpisah yang kalian siapkan khusus untuk kondisi darurat, alokasi idealnya minimal 3x – 12x pengeluaran bulanan kalian yang biasanya disimpan dalam bentuk simpanan yang mudah dicairkan (likuid) seperti tabungan, deposito, emas, dan reksadana pasar uang. Karena namanya dana darurat, dana ini digunakan hanya untuk kondisi darurat saja, tujuannya jika terjadi kondisi darurat yang misalkan mengharuskan kalian mengeluarkan biaya besar, cashflow keuangan tidak akan terganggu karena sudah menyediakan alokasi khusus. Dana darurat ini bisa jadi target prioritas jangka pendek yang perlu dicapai oleh kamu dan pasangan.

Kedua, Proteksi Asuransi untuk melindungi kita. Nah dalam konteks perencanaan keuangan dikenal istilah mitigasi resiko, sebuah upaya untuk mengalihkan kemungkinan resiko keuangan yang timbul pada kita kepada pihak ketiga. Konsep ini umumnya bisa kita temukan dalam produk jasa keuangan bernama asuransi, asuransi kesehatan dan asuransi jiwa disarankan untuk dimiliki khususnya bagi yang sudah berkeluarga, terlebih jika dalam satu keluarga hanya terdapat satu orang menjadi sumber penghasilan. Selengkapnya kamu bisa baca lebih lengkap mengenai Asuransi disini.

Ketiga, memiliki anak tentunya menjadi impian setiap pasangan, akan tetapi penting bagi kita juga untuk memiliki perencanaan yang matang, karena akan ada banyak kebutuhan biaya yang harus disiapkan salah satu diantaranya adalah biaya persalinan. Biaya persalinan yang tidak sedikit, khususnya jika proses kelahiran dilakukan secara caesar (sesar). Biaya persalinan ini bisa kamu siapkan melalui skema investasi atau alternatif lainnya adalah memanfaatkan fasilitas BPJS yang memberikan manfaat pemberian biaya persalinan.

Keempat, salah satu target keuangan jangka panjang yang perlu dipersiapkan adalah rumah. Sebagai sebuah keluarga tentunya kita ingin memiliki hunian idaman sendiri dong yang terpisah dari orang tua atau mertua. Biaya pembelian rumah seperti diketahui saat ini sangat mahal apalagi jika lokasinya di pusat kota. Strategi alternatif yang bisa dilakukan adalah melalui skema KPR (kredit pemilikan rumah) melalui bank, dan upaya pertama yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan biaya DP (down payment) melalui investasi. Oh ya jika pembelian rumah kamu lakukan melalui skema KPR pastikan nilai cicilan bulanan alokasinya tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan.

Kelima,target keuangan jangka panjang lainnya yang perlu dipersiapkan juga adalah biaya pendidikan anak. Perlu diingat jika biaya pendidikan ini tingkat inflasinya lebih tinggi dari produk kebanyakan, bisa sampai 10%-15% pertahun, karenanya jangan heran kalo biaya pendidikan anak tingkat TK dan SD saja untuk swasta biayanya bisa sampai puluhan bahkan ratusan juta. Oleh karenanya kita perlu mempersiapkannya melalui investasi yang terencana, minimal dimulai pada saat anak kita lahir sudah bisa kita perkirakan kapan si anak akan masuk sekolah, disitulah target waktu kita mempersiapkan biaya pendidikannya. Jangan lupakan biaya pendidikan lainnya yang perlu disiapkan diluar biaya sekolah ya.

Keenam, target keuangan jangka panjang yang juga penting disiapkan sejak dini adalah dana pensiun untuk masa tua kelak saat sudah tidak produktif dan berpenghasilan. Meski sudah tidak produktif kita masih bisa tetap mandiri secara finansial dan tidak mengharapkan bantuan dari anak kita untuk kebutuhan biaya bulanan. Mempersiapkan dana pensiun juga merupakan upaya untuk memutus sandwich generation. Dana pensiun ini meurpakan salah satu kebutuhan masa depan yang membutuhkan biaya sangat besar jadi perlu dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, bahkan saat pertamakali bekerja idealnya kita sudah mulai mencicil tabungan investasi dana pensiun ini.

5. Lakukan Investasi Terencana Secara Berkala

Tips merencanakan keuangan keluarga yang kelima dari Fina adalah berinvestasi. Seperti yang sudah Fina jelaskan yang perlu kita pikirkan adalah kehidupan setelah menikah yang butuh biaya besar seiring perjalanan waktu. Kebutuhan biaya besar ini tentunya akan menjadi lebih ringan bagi kita jika mempersiapkannya melalui investasi terencana yang dilakukan secara rutin.

Beruntung karena saat ini ada Halofina. Aplikasi perencanaan keuangan yang bisa bantu kamu mempersiapkan berbagai kebutuhan masa depan melalui investasi yang mudah, aman dan terencana”.

Sebagai smart financial assistance, Halofina bisa membantu kamu merencanakan keuangan keluarga dengan mudah. Khususnya melalui fitur Lifeplan yang akan bantu kamu merencanakan dan mempersiapkan berbagai kebutuhan masa depan seperti biaya KPR rumah, pendidikan anak, liburan keluarga, ibadah haji, hingga dana pensiun melalui skema investasi yang terencana, investasi berbasis tujuan (goal based investment).

Sebagai asisten keuangan pribadi Halofina juga memikirkan personalisasi dari setiap pengguna, karenanya melalui teknologi robo-advisory yang dikembangkan oleh pakar keuangan dan investasi berpengalaman ini bisa secara otomatis memberikan rekomendasi sesuai dengan profil dan kebutuhan dari masing-masing pengguna.

halofina aplikasi perencanaan keuangan
Fitur Lifeplan Aplikasi Halofina

Aplikasi Halofina akan memberikan asistensi penuh mulai dari perencanaan, hitungan, pemilihan investasi, hingga optimasi. Gak cuma itu, kamu juga bisa melakukan pembelian investasi secara langsung melalui aplikasi Halofina, sekaligus memantau progress pencapaian rencana keuangan juga kinerja investasinya secara realtime. Pokoknya so, smart & personalized! cobain deh, karena akan jadi lebih mudah buat kamu dan pasangan untuk merencanakan dan mempersiapkan target keuangan jangka pendek atau jangka panjang yang sudah ditetapkan.

Aplikasi Halofina akan memberikan asistensi penuh mulai dari perencanaan, hitungan, pemilihan investasi, hingga optimasi. Gak cuma itu, kamu juga bisa melakukan pembelian investasi secara langsung melalui aplikasi Halofina, sekaligus memantau progress pencapaian rencana keuangan juga kinerja investasinya secara realtime. Pokoknya so, smart & personalized! cobain deh, karena akan jadi lebih mudah buat kamu dan pasangan untuk merencanakan dan mempersiapkan target keuangan jangka pendek atau jangka panjang yang sudah ditetapkan.

6. Komitmen Menjalankan, Mencatat dan Evaluasi Secara Berkala

“if you fail to plan, you plan to fail”
 
“a plan without action isn’t a plan, it’s a speech”

Tips merencanakan keuangan keluarga terakhir dari Fina akhirnya ditutup oleh dua quotes dari Benjamin Franklin dan T. Boone Pickens. Keduanya menjelaskan jika rencana itu penting, tapi paling penting adalah komitmen dari setiap pasangan untuk menjalankan rencana yang sudah ditetapkan bersama, termasuk mencatat dan melakukan evaluasi secara berkala terkait rencana dan realisasi anggaran keuangan yang sudah dilakukan.

Jadi pastikan secara berkala kalian lakukan evaluasi terkait rencana keuangan yang sudah ditetapkan, bisa setiap 3, 6, atau 12 bulan. Tujuannya supaya kalian mengetahui dimana posisi kalian saat ini atas target yang sudah ditetapkan, apakah sudah dekat atau semakin menjauh? dari titip tersebut kita bisa melakukan evaluasi untuk melakukan penyesuaian strategi. Akhirnya, selesai sudah bahasanya semoga manfaat ya!

see you on next articles.

halofina aplikasi perencanaan keuangan pribadi dan keluarga
Download Aplikasi Halofina

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *