LifeStyle

Hemat ala Orang Jepang

Jepang selalu punya tradisi yang unik dan mengakar, dan bisa menjadi daya tarik orang di seluruh dunia untuk melihat secara langsung. Tak heran kalau misalnya kita ke Jepang, ada banyak begitu pagelaran budaya yang bisa kita saksikan, pun dengan bangunan kuno di pedesaannya. Masih di jaga seasri mungkin.

Ada satu budaya yang sebenarnya bisa kita tiru dalam konteks pengelolaan keuangan, namanya Kakeibo. Kakeibo dalam bahasa jepang artinya buku rekening rumah tangga. Secara teknis, Kakeibo memang mengharuskan kita untuk memiliki pencatatan keuangan pemasukan, pengeluaran juga alokasi per bulannya. Kakeibo ini ditemukan oleh Hani Makoto, seorang jurnalis wanita di Jepang. Metode ini dipublikasikan di majalah ibu rumah tangga berjudul “Fujin No Tomo” pada tahun 1908.

Singkat cerita, kenapa Kakeibo ini bisa bikin kita hemat?

  1. Kakeibo ngajarin kita untuk lebih cermat terhadap pengeluaran. Caranya adalah dengan membeli barang sesuai kebutuhannya. Simpelnya, kebutuhan adalah sesuatu yang membuat kita hidup. Misalnya makan dan minum, rumah untuk bernaung dari hujan, pakaian untuk menghindari kita dari tersengat matahari. Jadi, memang harus sekedarnya. Tidak boleh berlebihan.

Makan steak tentu berlebihan, karena sebenarnya ada yang jauh lebih sederhana. Perabotan rumah pun banyak yang minimalis dengan harga murah, bahkan kita bisa membeli bekasnya. Asalkan masih bisa dipakai. Jadi tidak perlu yang mahal dan estetik untuk difoto. Pakaian pun tidak perlu seperti yang ada di fashion show, karena yang penting bisa dipakai lama. Kakeibo ngajarin kita untuk tidak gengsi dengan barang bekas, karena yang penting fungsinya.

  1. Selain cermat, Kakeibo mengharuskan kita untuk membuat budget dan mencatat setiap pemasukan & pengeluaran. Hal ini tentu akan memudahkan kita dalam mengevaluasi. Misalnya untuk bulan depan kita sudah menganggarkan 300 ribu untuk makan. Maka kita akan senantiasa menjaga bagaimana agar makan kita tidak lebih dari 300 ribu dengan cara membuat menu makan harian di awal bulan dan karenanya bahan masakan sudah ditentukan dari awal bulan sesuai menu yang dibuat.

Ketika di pertengahan bulan ternyata uang yang dianggarkan sebesar 300 ribu sudah mau habis, berarti kita tinggal melihat pengeluaran yang sudah di catat saja. Apakah bahan makanan yang sudah dibuat di awal bulan sudah sesuai? Apakah ada harga yang kemahalan? Dan sebagainya. Nanti bisa kita evaluasi untuk bulan depan. Bisa jadi ternyata 300 ribu ini terlalu kecil.

  1. Terakhir, Kakeibo bisa bikin kita hemat karena efisiensi yang dilakukan mencakup banyak sisi kehidupan. Misalnya tadi ketika kita hanya membeli kemeja yang dibutuhkan, maka kita akan membeli kemeja dengan motif yang tidak terlalu beda. Karena kalau misalnya berbeda, maka kita akan menghabiskan banyak waktu untuk memilih. Sama hal nya dengan menu makanan harian yang sudah dibuat di awal bulan. Maka kita tidak perlu belanja sayuran setiap hari ke pasar. Tentunya ini menghemat waktu dan tenaga.

Gimana? Sudah tau hal-hal positif dari penerapan Kakeibo kan?

Pastinya di awal cukup ribet untuk bisa menerapkan. Tapi percayalah, di akhir bulan kita akan terpesona dengan uang yang bisa kita tabung lebih banyak. Yuk hidup cermat ala Kakeibo!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *