LifeStyle

Cara Atur Budget Bulanan

Nah, diantara kita mungkin masih banyak nih yang sulit untuk ngatur berapa sih sebenarnya budget atau alokasi yang seharusnya kita tetapkan. Sebenarnya tidak sulit. Sobat Fina coba tulis di selembar kertas kira-kira sebulan terakhir pengeluarannya dipakai untuk apa aja? Fina coba bantu simulasikan ya

  1. Kebutuhan pokok.

Pengeluaran ini bisa diisi dengan kebutuhan yang membuat kita bertahan hidup. Biasanya berupa makanan. Untuk yang tinggal sendiri atau belum menikah, berarti biaya yang dikeluarkan untuk membeli makan dan minum di setiap jam makan. Untuk yang sudah berkeluarga, ditambahkan dengan kebutuhan makan keluarga dirumah. Biasanya kebanyakan orang akan menyarankan alokasi di pengeluaran ini maksimal 50%.

Kok kecil sekali ya? Eits, tenang dulu. Nanti Fina jelaskan di akhir ya.

  1. Entertainment.

Tentunya bukan dikeluarkan begitu aja ya. Kadang kita memang perlu mengeluarkan sedikit uang untuk menghibur diri atas kerja keras selama sebulan penuh. Bisa dengan makan malam bersama keluarga di restoran, menonton bioskop, membeli baju baru, berlangganan Netflix, spotify dan lainnya. Alokasi yang disarakan untuk pengeluaran ini maksimal 20%.

  1. Tabungan

Sesuai namanya, alokasi ini akan ditabung setiap bulannya. Tabungan apa saja? Bisa disimpan untuk dana darurat, kebutuhan jangka pendek seperti liburan akhir tahun atau kebutuhan jangka panjang untuk membeli rumah, kendaraan, ibadah haji, pensiun ataupun lainnya. Besarannya untuk alokasi ini sekitar 20%. Sobat Fina jangan sampai lupa kalau di masa depan, ada banyak kebutuhan (tujuan keuangan) yang mesti kita penuhi. Tentunya bisa kita capai kalau saat ini kita mau menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk tujuan tersebut.

  1. Kebaikan (zakat, infaq ataupun untuk ibadah lainnya)

Nah, alokasi ini jangan sampai lupa ya Sobat Fina. Bagi Sobat Fina yang beragama Islam, tentunya kita harus mengeluarkan zakat setiap bulannya. Di lain waktu, bisa jadi kita perlu membantu keluarga, rekan kerja atau tetangga yang sedang dilanda musibah. Alokasi ini tentunya sangat dibutuhkan di saat mendesak. Alokasi untuk pengeluaran ini sekitar 10%. Lebih banyak tentunya akan lebih banyak orang yang dapat kita bantu.

Nah sebenarnya ada banyak rekomendasi lain tentang persentase yang dianjurkan, termasuk juga jenis alokasinya. Biar Sobat Fina paham, sebenarnya tidak ada yang salah dengan angkat dan jenis-jenis tersebut, cuma kita perlu tahu kondisi setiap orang tentunya berbeda. Yang tinggal sendiri dengan yang masih ditanggung orangtua pasti punya alokasi kebutuhan hidup yang berbeda. Kalau tinggal dengan orangtua, bisa jadi pengeluaran untuk makannya relatif kecil, bahkan tidak ada.

Di lain kondisi, ada juga yang kebutuhan sehari-harinya sudah dipenuhi oleh tunjangan kantor. Maka, alokasi tabungan/ investasi nya bisa menjadi lebih besar. Alokasi ini juga bisa ditentukan oleh jenis pekerjaan kita. Bagi kritikus film, tentunya akan sangat penting untuk bisa menonton ke bioskop atau berlangganan Netflix melebihi dari orang kebanyakan. Penulis tentunya juga punya alokasi untuk membeli buku yang banyak sebagai bahan referensi di bandingkan dengan pekerjaan lainnya.

So, Sobat Fina tidak usah minder dengan uang yang dimiliki saat ini. Alokasi pengeluaran tiap orang akan berbeda.

Setelah membaca tulisan ini, Sobat Fina coba tulis daftar pengeluaran selama sebulan terakhir. Trus coba jawab pertanyaan ini:

  • Apakah pengeluaran selama 30 hari terakhir terlihat berlebihan?
  • Jika ya, pada alokasi/ pos yang mana?
  • Dapatkan alokasi tersebut dikurangi?
  • Jika tidak, alokasi mana yang dirasa bisa menutupi alokasi yang membutuhkan pengelauran lebih besar tersebut?
  • Sudahkah menabung selama sebulan terakhir?
  • Ditabung untuk apakah alokasi tabungan tersebut?

Dan pertanyaan evaluasi lainnya yang pada akhirnya bisa membuat pengeluaran Sobat Fina jadi lebih hemat dan cermat.

Selamat mencoba ­čÖé

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *