biaya-pendidikan-anak
LifeSpend

9 Komponen Biaya Pendidikan Anak yang Perlu Disiapkan

9 Komponen Biaya Pendidikan Anak yang Perlu Disiapkan – Pada saat menyiapkan biaya pendidikan anak seringakali kita hanya menghitung besarnya uang masuk dan uang bulanan atau SPP nya saja, padahal ada komponen-komponen lainnya yang bisa jadi jumlahnya lebih besar dari biaya bulanan atau SPP. Agar kita tidak salah menghitung ketika mempersiapkan biayanya, berikut ini adalah beberapa komponen biaya pendidikan anak yang perlu dicermati.

1. Biaya Masuk

Biaya yang umumnya disebut dengan uang pangkal atau Sumbangan Sarana Pembangunan atau uang bangunan saja yang dibayarkan sekali saja di tahun pertama ketika anak masuk sekolah dan biasanya digunakan sekolah untuk membangun atau melengkapi sarana fisik sekolah. Banyak orang tua yang sering terkaget-kaget dengan besarnya uang pangkal ini terutama untuk jenjang pendidikan SD. Uang pangkal untuk SD bisa lebih besar dibanding uang masuk Perguruan Tinggi. Orang tua sebaiknya cermat sebelum memutuskan untuk menyekolahkan anak di sekolah yang mematok biaya yang tinggi. Apakah biaya yang kita bayarkan sepadan dengan fasilitas fisik yang ada dan kualitas pendidikan yang diberikan. Seiring dengan program Wajib Belajar yang dicanangkan Pemerintah, beberapa Pemerintah Daerah telah menggratiskan uang pangkal ini untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Berbeda tentunya dengan sekolah swasta yang memerlukan uang pangkal cukup tinggi dibandingkan sekolah negeri. Nah untuk biaya satu ini para orang tua bisa menggunakan Aplikasi Halofina untuk mempersiapkan biayanya.

2. Biaya Bulanan

Biaya bulanan biasa disebut SPP atau Sumbangan Pembinaan Pendidikan merupakan komponen biaya yang sudah pasti ditanyakan dan diperhitungkan oleh orang tua disamping uang pangkal. Dan seperti juga uang pangkal, untuk sekolah negeri, beberapa Pemda juga telah menggratiskan SPP untuk jenjang pendidikan SD sampai SMA.

3. Biaya Tahunan

Ketika menanyakan biaya pendidikan di sebuah sekolah yang kita pilih, jangan lupa menanyakan apakah ada biaya tahunan yang harus dibayarkan. Beberapa sekolah menyebut biaya tahunan ini sebagai material fee atau biaya daftar ulang. Biaya tahunan ini tidak boleh lupa dihitung karena jumlahnya bisa menjadi besar terutama untuk jenjang SD karena kita akan membayarnya 5 kali sepanjang anak bersekolah di sekolah tersebut.

4. Biaya Seragam

Setiap memasuki jenjang pendidikan baru, kita pasti harus membeli seragam baru. Ternyata uang untuk seragam ini jumlahnya bisa lumayan besar, karena kebanyakan sekolah mewajibkan siswanya menggunakan seragam yang berbeda setiap harinya. Ada seragam umum (seperti putih-merah untuk jenjang SD, putih-biru untuk jenjang SMP dan putih-abu-abu untuk jenjang SMA), seragam pramuka, seragam olah raga, seragam batik sebagai ciri khas sekolah dan seragam muslim untuk sekolah yang kebanyakan siswanya beragama Islam.

5. Biaya Buku

Biaya buku juga masih terbilang cukup mahal. Untuk buku pelajaran yang digunakan, setiap sekolah memiiliki kebijakan berbeda-beda. Beberapa sekolah terutama di sekolah negeri, buku pelajaran dipinjamkan dari pihak sekolah sehingga orang tua tidak perlu membeli buku lagi. Namun ada juga sekolah yang biaya bukunya sudah dimasukkan dalam biaya tahunan yang harus dibayarkan. Sebagian sekolah meminta orang tua untuk menyiapkan buku pelajaran sendiri. Jadi sebaiknya jangan lupa menghitung biaya buku karena kita akan mengeluarkannya setiap tahun.

6. Biaya Transportasi

Walaupun di sekolah negeri sudah bebas dari berbagai biaya dan benar-benar gratis, tapi tidak jarang letak sekolah jauh dari lokasi tempat kita tinggal. Besar kecilnya biaya transportasi tergantung dari jarak sekolah dari rumah dan fasilitas kendaraan dan angkutan umum  yang ada. Ada beberapa alternatif yang bisa dipilih. Pertama, berangkat bersamaan dengan orang tua, sehingga kita hanya tinggal menghitung biaya transportasi untuk pulang. Jika ada tetangga yang bersekolah di sekolah yang sama, pergi bersama-sama dan sharing biaya transportasinya bisa menjadi alternatif kedua. Alternatif ketiga, jika sarana angkutan umum kurang memadai (misalnya harus berganti-ganti kendaraan) berlangganan ojek bisa jadi lebih praktis dan lebih murah. Beberapa sekolah biasanya menyediakan juga fasilitas shuttle atau antar jemput, namun biasanya biayanya agak mahal. Silahkan orang tua mempertimbangkan masalah transportasi ini tidak hanya dari sisi keuangannya saja tapi juga dari kemudahan dan kenyamanan anak.

7. Biaya Makan Siang

Pada saat ini, baik sekolah negeri atau  swasta, mulai jenjang TK sampai SMA, banyak yang menjalankan proses belajar mengajar sampai melewati pukul 12.00 siang. Tentu saja menjadi kewajiban kita untuk menyiapkan makan siang anak-anak. Beberapa sekolah menyiapkan makan siang di sekolah dan biayanya disatukan dengan tagihan bulanan atau SPP. Ada juga sekolah yang bekerja sama dengan beberapa vendor catering dan orang tua bisa berlangganan sendiri dan pembayarannya langsung diberikan kepada pihak catering. Pilihan lain adalah kita memberi uang saku untuk membeli makanan di kantin yang berada di lingkungan sekolah. Pilihan yang paling tepat menurut saya adalah membawa makan siang dari rumah. Selain biayanya lebih murah, kualitas makanannya terjamin dan disukai anak.

8. Biaya Ekstra Kurikuler

Untuk mengembangkan bakat dan minat anak-anak di luar aspek akademis, sekolah menyediakan fasilitas ekstrakurikuler. Karena kegiatannya di luar kurikukulum, maka sekolah akan membebankan biaya tambahan kepada orang tua. Pada umumnya, kegiatan ekstra kurikuler ini bersifat pilihan walaupun beberapa sekolah ada pula yang mewajibkan minimal satu kegiatan ekstrakurikuler. Orang tua sebaiknya bijak dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan. Pilihlah kegiatan yang benar-benar disukai oleh anak. Jika tidak ada, sebaiknya tidak dipaksakan karena kita bisa mencarinya di luar sekolah, sehingga tidak ada biaya yang tidak perlu dikeluarkan.

9. Biaya Les

Seperti dijelaskan di atas, jika mungkin ada bakat atau hobi anak yang tidak terakomodasi dalam kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, maka kita  bisa memberikan les tambahan di luar sekolah.  Saran dari teman saya yang seorang psikolog, sebaiknya les tambahan diberikan untuk hal-hal di luar pelajaran yang sudah diberikan di sekolah, sehingga kita bisa memaksimalkan multiple intelligences yang dimiliki anak. Les yang umum ditawarkan adalah les musik, menggambar atau melukis, bahasa, olah raga dan lain-lain. Biasanya, biaya les ini cukup mahal. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mempertimbangkannya dengan matang apakah anak memang berbakat atau berminat di bidang tersebut atau tidak. Jangan sampai, biaya les dikeluarkan hanya untuk sebuah keinginan saja bukan untuk sesuatu yang dibutuhkan. Jika memang tidak ada lagi anggaran untuk les, kita bisa mempelajarinya sendiri di rumah. Apalagi dengan kemajuan teknologi, kita bisa mencari alternatif belajar yang lebih murah, seperti contohnya platform edukasi Ruang Guru yang bisa dijadikan media alternatif pembelajaran bagi anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *