Investasi,  Keuangan

Biar Cuan Investasi, Hindari Kesalahan Ini (Bag 1)

Pandemi 2 tahun ke belakang membuat banyak orang untuk tergiur dengan investasi. Ketertarikan ini dilatarbelakangi informasi yang saat ini mudah untuk diakses dan pandemi membuat orang memiliki lebih banyak waktu untuk belajar di rumah, melalui online platform. Baik itu melalui tulisan, online video atau course yang gratis maupun berbayar.

Namun sebelum Sobat Fina belajar lebih dalam, ada baiknya menyimak kesalahan-kesalahan yang umumnya terjadi di dunia investasi:

  • Tidak memulai sesegera mungkin.

Kata-kata seperti “Aduh kenapa harganya saat ini tinggi ya” atau “Yah nyesel deh masuk kemarin” mungkin sudah sering kita dengar. Pola pikir tersebut yang membuat kita tidak akan memulai berinvestasi karena selalu akan menyalahkan setiap kondisi. Padahal jika kita mau sedikit mengambil sudut pandang yang lain, hikmahnya adalah ketika kita ingin berinvestasi di posisi harga yang ternyata mahal, maka kita akan belajar untuk mencari harga yang murah dengan melakukan riset. Dan ketika kita sudah berinvestasi di harga yang murah, maka kita akan belajar untuk konsisten bertahan di investasi tersebut.

  • Investasi hanya untuk orang kaya.

Jika Sobat Fina memiliki mindset tersebut maka sebenarnya orang kaya sudah memiliki banyak uang untuk menghidupinya di masa depan, maka kita yang biasa-biasa seperti ini justru harus berinvestasi untuk memenuhi kebutuhan kita di masa mendatang. Selain itu, investasi saat ini tidak lagi mahal seperti dahulu kala. Untuk produk investasi seperti reksa dana bahkan ada yang bisa dibeli dengan Rp10.000.

  • Ingin berinvestasi yang tidak ada risikonya.

Dengan mindset ini, maka berinvestasi semakin tidak dimulai. Sejatinya, yang namanya investasi pasti memiliki risiko walaupun kecil. Dan hal tersebut sejalan dengan imbal hasil yang didapatkan. Misalnya kita menempatkan deposito di sebuah bank. Deposito termasuk simpanan yang dijamin oleh LPS dengan batas maksimal 2 Milyar. Tentunya hal ini sangat menguntungkan karena deposito yang kita simpan akan aman dan kita pun nyaman. Simpanan ini dijamin karena dikhawatirkan kalau misalnya suatu saat bank tersebut bangkrut. Tapi bangkrut nya sebuah bank biasanya akan sulit terjadi dan jarang, artinya risiko kecil. Maka imbal hasil yang kita dapatkan dari deposito juga kecil.

Bandingkan dengan jika kita berinvestasi pada P2P Lending dimana imbal hasil per tahun yang diberikan biasanya sekitar 10-20%. Dengan keuntungan setinggi itu, maka wajar jika P2P Lending juga bisa memberikan risiko yang besar. Risiko yang dimaksud adalah jika pihak yang membutuhkan dana, mengalami kesulitan untuk mengembalikan modal yang sudah diberikan oleh investor.

Beberapa kesalahan pola pikir diatas tentunya sudah lazim kita dengar di telinga kita. Baik itu dari keluarga, teman kantor, teman nongkrong dan lain sebagainya. Maka langkah selanjutnya adalah ikut membantu memberikan edukasi investasi yang benar dan memulai berinvestasi sekarang. Untuk mengetahui kesalahan pola pikir selanjutnya, silakan cek tulisan “Biar Cuan Investasi, Hindari Kesalahan Ini (Bag 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *