Budget Pernikaha 2018 - Halofina
LifeStyle

3 Pengantin Wanita, 3 Budget, 3 Pernikahan Impian

Minggu lalu Fina berkesempatan untuk mendengarkan cerita dari tiga brides yang berhasil mewujudkan pernikahan impian mereka di tahun 2018 lalu! Ketiganya dengan senang hati berbagi tips dan step-by-step mempersiapkan pernikahan impian mereka kepada para pembaca Halofina yang punya rencana menikah di tahun ini. Yuk, simak penuturan mereka!

Lina, pada saat resepsi berapa banyak tamu yang hadir?         
Tamu yang hadir mencapai 750 orang, sudah termasuk keluarga. Undangan sebetulnya dibuat 400 undangan, jadi perkiraan yang hadir 800 orang. Dengan keluarga jadi perkiraan yang hadir sekitar 1000 orang.

Tetep terhitung banyak ya. Resepsinya hari apa waktu itu?
Waktu itu resepsinya hari Minggu.

Berapa budget yang Lina persiapkan untuk resepsi pernikahan?
Waktu itu saya dan pasangan membuat budget Rp 90.000.000 untuk persiapan pernikahan.

Dari budget  yang sudah dibuat, berapa biaya yang benar-benar Lina gunakan?
Biaya yang real dikeluarkan itu mencapai kira-kira Rp 110.000.000 sebenarnya.

Untuk biaya resepsi pernikahan sendiri, Lina mempersiapkannya seperti apa?
Alhamdulillah saya dan pasangan nabung berdua selama 7 tahun. Dulu selama kita sekolah SMK kita niatin nabung untuk nikah dan rumah. Zaman SMK dan kuliah aku dikasih jatah bekel itu perbulan, jatah sebulan itu hanya dipakai 1/4 nya. Sisanya ditabung. Waktu aku kuliah, pasangan aku udah dapet kerja, akhirnya bisa nabung agak besar karena dia udah punya penghasilan. Tapi pas aku beres kuliah dan kerja, dia kuliah haha. Makanya kita agak lama pacarannya,  gara-gara saling tunggu beresin kuliah.

Pengeluaran paling besar dimana?
Waktu resepsi itu yang paling besar pasti pengeluaran di catering.

Kalau boleh tahu, menu makanan pilihan Lina saat resepsi apa saja?
Ini saya masih ada foto menu makanannya, Fin hahaha.
Untuk prasmanan (buffet) saya pilih nasi dan 3 jenis lauknya itu ada rolade, ayam lada hitam, soup baso, dan fruit salad. Udah termasuk air mineral.
Kalau untuk stall itu ada 3 macam; mongolian grill, pasta, dan mie kocok. Untuk dessert itu ada ice cream, pudding, mojito squash, dan nambah crepes  diakhir-akhir.

Saat mempersiapkan resepsi pernikahan, apa Lina menggunakan jasa Wedding Organizer (WO)?
Pake, Fin. Wah, bisa kewalahan kalau gak pake WO.

Apa ada tips tersendiri dari Lina untuk para calon pengantin dan keluarga calon pengantin lainnya?
Yang pasti cari calon suami yang serius, bener-bener mau berjuang bersama untuk mengumpulkan pundi-pundi keuangan. Lalu cari vendor yg bener-bener murah tapi berkualitas dan yang penting jangan abis-abisin uang sebelum menikah,  pikirkanlah biaya hidup setelah menikah .

Halo Viani, makasih sudah menyempatkan waktunya untuk Fina. Boleh kenalkan diri kamu dulu?
Hai Fina, kenalin aku Viani, usia menuju 24 tahun, pekerjaan product manager di salah satu online groceries shopping di SEA, HappyFresh. Sekarang tinggal sama suami di Jakarta.

Saat resepsi berapa tamu yang diundang?
Waktu itu kapasitas 500 undangan = 1000 tamu (udah sama keluarga). Keluarga 250 orang udah dari pihak aku dan suamiku.

Untuk resepsi pernikahan Viani sendiri menyiapkan budget berapa waktu itu?
Aku nyiapin busget Rp 220 juta sih. Itu udah ngitung-ngitung sesuai sama dream wedding aku. Realisasi budget nya sampe Rp 250 juta, so gak jauh beda.

Untuk biaya resepsi pernikahan sendiri, Viani mempersiapkannya seperti apa?
Awalnya mau nyumbang ⅓ dari kita dan ⅔ dari orang tua. Tapi karena dipercepat jadi lebih banyak ditambahin sama orang tua. Dipercepat juga karena keinginan orang tua. Awalnya rencana nikah Januari 2019 dengan sumbangan ⅓ dari kita. Akhirnya nikah di bulan Oktober 2018.

Saat resepsi, spending terbesar Viani untuk apa?
Spending terbesar itu buat makanan. Buat menu, aku pake menu yg normal. Harganya kurang lebih Rp 100.000/pax. Prasmanan untuk 1000 porsi. Untuk stallnya, kalau porsi 1000 dapet stall 50%, dengan 5 menu : iga bakar, zupa-zupa, choco lava, dll. Cara milih makanannya, pertimbangin : makanan dan dekorasi.
Setiap catering punya spesialisasi masing-masing. Tanya ke cateringnya specialitynya apa. Cari tahu selera tamu. Untuk case aku kan temen-temen orang tua dan temen-temen aku juga suami seleranya pasti beda. Jadi kita milih menu-menu yg masuk kemana-mana.
Sempet kepikiran empal gentong karena keluarga suami dari Cirebon. Tapi akhirnya gak jadi karena lebih nasional aja dan semua orang suka.
Tips untuk milih makanan, lebih baik banyakin di stall daripada prasmanan, karena sekarang orang orang lebih suka makanan di stall daripada di prasmanan.

Budget yang Viani buat untuk resepsi pernikahan itu termasuk budget untuk honeymoon juga nggak?
Honeymoon,nggak. Seadanya aja kalau ada sisa haha. Karena biaya resepsi  disupport orang tua. Jadi kita ada budget berlebih buat ke honeymoon ke Bali.

Vi, kalau ada satu hal yang kamu harap kamu ketahui sebelum menikah, kira-kira apa?
Hmm, apa ya? Mungkin financial planning setelah nikah, harusnya bisa dipikirin lebih awal. Sebenernya baru mikirin right after nikah juga gak masalah, cuman lebih baik kalau dari sebelumnya. Financial planning setelah nikah ini, bukan tentang pesta nikah loh ya, tapi tentang after-marriage life, terutama menyangkut anak. Beneran, setelah tau kalau biaya punya anak yang tidak sederhana, kamu pasti berharap tau financial planning lebih awal hahaha.

Kalau ada biaya yang bisa dikurangin kira-kira apa, Vi?
Hmm, sebenernya gak ada sih karena aku selalu mempersiapkan vendor yang paling bagus secara value for money. Artinya apa? Vendor tersebut gak terlalu murah, gak terlalu mahal, cukup-cukup aja sesuai dengan value yang mau kita ambil. Misal catering, kita emang pengen pake yang standar Rp 100 ribu/orang. Karena dengan value segitu, aku dan keluarga bisa membahagiakan tamu sesuai dengan anggaran yang kita siapkan. Cuman kalau boleh milih dan punya lebih banyak waktu, mungkin mending akad & nikahnya disatuin aja. Anggarannya bisa lebih hemat sampai Rp 50 juta.

Ada pengeluaran yang sekiranya kurang diperlukan nggak?
Jujur buat aku belum ada hahaha. Tapi balik lagi “unecessary expenses” ini gimana preferensi dan kondisi keuangan kamu.
Contohnya, “bridesmaid dress”, ini sebenernya termasuk opsional kan. Tapi berhubung aku emang anaknya pengen seru-seruan sama sahabat sekali seumur hidup dan juga memang ada kemampuan finansialnya, kenapa engga? Tapi buat kamu yang belum mampu, you have to be self-aware. Pada dasarnya nikah itu cuman butuh Rp 30 ribu untuk pendaftaran di KUA. Selebihnya? Kamu atur sendiri sesuai kemampuan dan keinginan kamu.

Saran dari Viani untuk calon pengantin dan keluarga calon pengantin lain yang sedang mempersiapkan pernikahan?
Bicarakan konsep kasar pernikahan dari awal bersama keluarga kamu dan keluarga calon pasangan kamu. Tentukan konsep kasar yang ingin capai oleh dua keluarga. Mau mewah, sederhana, atau cukup-cukup aja seperti pernikahan pada umumnya? Karena biasanya setiap keluarga punya keinginan sendiri tentang pernikahan kita. Yang pasti setelah tau keinginan masing-masing, jangan lupa juga bicarakan pembagian anggaran antar dua keluarga. Jangan sungkan-sungkan, kita harus jujur dan terbuka untuk kondisi finansial. Banyak keluarga yang terilhami oleh adat yang bilang “pernikahan itu keluarga wanita yang bayar”. Itu boleh-boleh aja selama keluarga si mempelai wanita memang mampu. Tapi kalau tidak mampu? Silahkan bicarakan dengan pasangan dan keluarga secara baik-baik. Pembagian anggaran ini sangat penting untuk dibicarakan di awal, karena akan mempengaruhi kesiapan dan timeline pernikahan kalian.

Halo, Nabila! Boleh kenalkan dirimu ke temen-temen Fina?
Hai, aku Nabila, usia 25 tahun. Sekarang tinggal di Bandung dan berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah swasta di Kota Bandung. Waktu menikah itu di tahun 2017 pas umur 23 tahun.

Langsung Fina tanya nih, ya. Saat resepsi pernikahan dihadiri oleh berapa orang?
Yang diundang sebenernya sekitar 1000 undangan. Waktu hari H yang hadir sekitar 1600 orang belum termasuk keluarga. Keluarga lumayan banyak waktu itu yang hadir, sekitar 200-300 orang.
Perkiraan aku pribadi, mungkin karena resepsinya hari minggu pas libur panjang jadi ada beberapa orang yang gak dateng

Lokasi resepsi pernikahan Nabila dimana?
Karena aku asli Cianjur, jadi waktu itu resepsinya diadakan di Cianjur. Waktu itu, walaupun akad dan resepsi diadakan di hari yang sama, namun penyelenggaraannya di tempat yang berbeda.

Berhubung lokasi akad dan resepsi itu terpisah, plus dan minus apa yang Nabila hadapi?
Sebetulnya, akad dan resepsi hanya beda 7 menit, gak ada kendala saat perpindahannya. Tapi dari aku sendiri, yang paling terasa itu persiapan di hari H nya harus serba lebih cepat. Terlebih untuk keluarga suami aku yang waktu itu dari luar kota, mereka jadi harus siap-siap lebih nyubuh karena takut kesiangan ngejar resepsi.

Untuk persiapan resepsi pernikahan Nabila waktu itu nyiapin budget berapa?
Sebenernya gak ada budget, sih. Main bayar dan sewa-sewa aja waktu itu. Tapi kalau dihitung-hitung bisa mencapai sekitar Rp 160 juta.

Bagaimana cara Nabila mempersiapkan biaya pernikahan?
Kalo buat biaya resepsi gak ada bagi-bagi, banyaknya dari pihak perempuan karena jadi tuan rumah. Banyaknya dari orang tua, kalo dari pribadi malah kayanya gak nyumbang apa-apa, karena waktu itu baru 4 bulan beres wisuda, jadi belum punya tabungan apa-apa.

Pengeluaran terbesar saat resepsi pernikahan itu untuk apa?
Pengeluaran terbesar untuk catering. Nyampe sekitar Rp 60 juta untuk catering aja.

Menu pilihan Nabila saat resepsi apa saja?
Untuk buffet nya itu ada nasi, sayur, ikan fillet, dan daging. Untuk stall nya sendiri ada lima jenis makanan; zupa-zupa, bakso, ice cream, batagor, buah-buahan, martabak, dan nambah minum milk tea. Kalau di Cianjur sebenernya keitungnya standar, cuma kalau nambah stand itu nambah lagi biaya beberapa juta.

Selama mempersiapkan resepsi pernikahan, Nabila menggunakan jasa wedding organizer (WO) atau tidak?
Waktu itu aku gak pake WO Fin. Jadi semua anggota keluarga ambil bagian buat ngerjain sesuatu. Bagi-bagi tugas gitu.

Nabila gak ngerasa kewalahan buat handle persiapan pernikahan sendiri?
Nah, itu Fin. Waktu itu kan suami sudah kerja, jadi saat persiapan bener-bener sendiri dan cukup kewalahan. Saran aku sih, untuk pasangan yang sama-sama kerja bisa mempertimbangkan untuk pake jasa WO.

Kalau untuk honeymoon?
Ini juga gak kita budgetin sih Fin. Tapi untuk honeymoon biayanya bener-bener dari kita berdua aja.

Oh iya, Nabila kan gak bener-bener pake budget. Tapi selama persiapan ada pengeluaran yang diluar dugaan nggak?
Ada. Saat resepsi itu kan diadakannya di tempat aku (mempelai wanita), yang miss adalah perhitungan biaya penginapan untuk keluarga suami yang notabene dari luar kota. Pihak keluarga suami juga kan banyak tuh yang dateng, jadi kita harus nyari tempat tinggal buat mereka, totalnya sampe sekitar Rp 6 juta.

Hal apa aja sih yang Nabila harapkan bisa Nabila tahu sebelum menikah?

Jumlah tamu undangan
Kalau tau waktu resepsi bakal sependek itu, aku mau minta ke orang tua untuk ngundang lebih sedikit orang. Tujuannya supaya aku punya waktu lebih banyak buat foto-foto dokumentasi sebagai pengantin

Resepsi yang terlalu ‘heboh’
Aku menyesal bikin resepsi yang sangat heboh karena jadi sesak banget tempatnya. Selain itu jadinya gak ada kesempatan untuk makan, minum, dan foto2. Tamu pun kebanyakan adalah tamunya ayah yang kebetulan mau pensiun waktu itu, jadi kaya farewell nya ayah.

Rutinitas berubah setelah punya anak
Dulu waktu menikah umur baru di awal 22 tahun, pada saat itu masih aktif di beberapa kegiatan terus seketika kaget sama rutinitas setelah menikah. Terutama setelah punya anak, karena jadi kurang buat me time. Temen-temen lama yang dulu sering main bareng sekarang udah gak pernah ngajak main karena mereka juga ngerti pasti aku gak bisa. Padahal, somehow pengen aja diajak, kan siapa tau aku bisa nyempetin buat ikut main. Baru ngerasain perubahan hidupnya sekarang.

Terakhir, apa saran Nabila untuk para calon pengantin dan keluarga calon pengantin lainnya?
Pikirkan baik- baik  dari awal, di luar mental dan niat. Buat aku pribadi yang jangka waktu dari lamaran ke resepsinya lumayan cepet, kurang lebih 3 bulan, ditambah pasangannya kerja, jadi kurang persiapannya. Kalo sibuk, konsiderasi pake WO, karena ngerjain persiapan semuanya sendirian juga cukup cape. Terus masalah pemasukan, kan ada beberapa pihak yang berpartisipasi jadi gak bisa pastiin berapa uang yang dipunya saat itu. Pas dikumpulin ternyata masih kurang, jadi sempet pinjem juga. Nggak kalah penting buat survey vendor dengan rinci dan detail.

Pemilihan vendor
Kalau ada temen yang menawarkan jasanya seperti fotographer atau WO untuk pernikahan kita memang kadang bikin galau. Galaunya walaupun dia temen kan kita nggak tau performa dia seperti apa. Sebaiknya tetep pertimbangkan baik-baik dan tetep perhatiin detail. Ini kan buat event sekali seumur hidupnya kita.

Pemilihan venue
Sama seperti pemilihan vendor. Gedung atau lokasi pernikahan juga gak kalah penting. Dalam kasus aku, venue itu sebenernya pilihan dari orang tua, dan venue nya itu bentuknya gedung serbaguna yang nggak mendukung buat foto. sebenernya gak mau disitu karena ruang serbaguna, jadi kurang bagus kalau di foto. Akhirnya kurang banyak share foto hari H.

Gaun pengantin
Aku waktu itu untuk gaun pengantin bikin sendiri dan jahit di sodara. Ternyata sodara gak terlalu mahir dalam menjahit. Setelah diitung-itung harganya sama dengan sewa.

Konsep pernikahan
Konsep pernikahan yang lebih minimalis kayanya bakal lebih khidmat jatohnya. Pas resepsi kemarin kan gak sempet makan, minum. Fokus salam-salaman aja seharian karena tamunya yang banyak banget. Kalo lebih minimalis mungkinuangnya bisa dipake buat beli rumah atau mobil. Walaupun sekarang udah punya mobil dan rumah tapi masih nyicil. Harapannya dulu kalau misalnya resepsi lebih minimalis, uangnya bisa dipake untuk nambahin cicilan.

Biaya persalinan
Sempet kaget untuk biaya persalinan. Udah nabung sebenernya, tapi waktu itu belum punya BPJS. Pas umur kandungan 5 bulan, aku kena DBD dan uang tabungan untuk persalinan kepake buat bayar biaya rawat inap rumah sakit. Akhirnya nabung lagi dari awal, tapi jadinya gak maksimal. Tambah degdegan ketika tahu kalau si bayi kelilit tali pusar di usia kandungan mau masuk 9 bulan dan katanya gak banyak dokter yang sanggup untuk persalinan normal dalam kondisi itu. Pekiraan untuk persalinan caesar itu sampe Rp 18 juta. Tapi alhamdulillah akhirnya bisa melahirkan normal dengan biaya cuma Rp 5 juta.

Wah, seru kan cerita dari tiga brides ini? Fina sendiri waktu mendengarkan cerita dari mereka merasa dapat banyak banget inspirasi. Terutama cara-cara kreatif dan smart para brides ini dalam mewujudkan pernikahan impian mereka.

Tiga poin penting yang Fina highlight dari hasil penuturan tiga brides tersebut adalah; komunikasi yang terbuka antar kedua belah pihak, persiapan yang matang, dan kesadaran tiga brides ini tentang financial planning untuk kehidupan setelah menikah. Dua dari tiga brides ini malah menyatakan dengan jelas bahwa rencana tentang kehidupan setelah menikah juga menjadi pertimbangan mereka dalam menentukan budget  pernikahan impian.

moga cerita yang dibagikan tiga brides ini bisa bermanfaat juga untuk teman-teman Fina yang lagi mempersiapkan pernikahannya dalam waktu dekat ini. Semoga beruntung!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *